Jajanan Khas Jajanan KhasTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
food

Jajanan Khas Lengkap dari Kota Curup dan Berbagai Daerah

Mengenal jajanan khas dari Kota Curup dan berbagai daerah Indonesia, lengkap dengan cerita, cita rasa, serta tips menikmatinya.

15 May 2026 · 3 menit baca · oleh Aji Tjoa
Jajanan Khas Lengkap dari Kota Curup dan Berbagai Daerah

Pagi di Kota Curup terasa kurang lengkap tanpa aroma gorengan dari warung kecil dekat pasar. Pilihannya sederhana, seperti kue cucur, lemang, risoles, dan pisang goreng. Namun, masing-masing punya cerita dan karakter rasa yang berbeda. Jajanan khas bukan sekadar makanan pengganjal lapar. Di dalamnya ada kebiasaan keluarga, hasil bumi setempat, serta cara masyarakat menyambut tamu. Sejak menulis tentang kuliner pada 2018, saya semakin melihat bahwa jajanan tradisional menjadi cara paling dekat untuk memahami sebuah daerah.

Aneka jajanan khas tradisional di Kota Curup

Jajanan khas Kota Curup yang dekat dengan keseharian

Lemang menjadi salah satu jajanan yang mudah dikenali di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Beras ketan dimasak bersama santan di dalam bambu, lalu dibakar hingga aromanya harum. Teksturnya pulen dengan rasa sedikit gurih. Di Kota Curup, lemang sering dinikmati bersama tapai, serikaya, atau lauk bercita rasa kuat. Perpaduan gurih dan manis ini cocok untuk sarapan ringan maupun teman minum kopi.

Kue tat juga menarik perhatian karena bentuknya menyerupai pai kecil dengan permukaan bermotif. Isian nanas memberi rasa asam manis yang seimbang dengan adonan kuenya. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian, terutama saat mengatur ketebalan kulit dan jumlah isian. Saya pernah mencicipi kue tat buatan rumahan yang tidak terlalu manis, tetapi justru terasa lebih kaya karena aroma mentega dan nanasnya tetap menonjol.

Jajanan pasar seperti lupis, onde-onde, dan kue talam mudah ditemukan dalam acara keluarga. Bahan-bahannya sederhana, tetapi teknik pengolahannya menentukan hasil akhir. Kelapa parut perlu dikukus agar tidak cepat basi, sedangkan gula merah sebaiknya dilelehkan dengan sedikit air supaya sausnya tidak terlalu encer. Kalau ingin membeli untuk dibawa pulang, tanyakan waktu pembuatannya lebih dulu agar bisa segera dinikmati.

Ragam rasa dari berbagai daerah

Perjalanan kuliner di Indonesia memperlihatkan bahwa jajanan khas berkembang mengikuti bahan lokal. Yogyakarta dikenal dengan geplak dan bakpia, Bandung memiliki surabi serta colenak, sedangkan Palembang terkenal dengan pempek dan tekwan. Di Malang, onde-onde dan keripik tempe sering menjadi pilihan oleh-oleh. Setiap daerah menghadirkan tekstur berbeda, mulai dari kenyal, renyah, lembut, hingga legit.

Saya biasanya menilai jajanan dari tiga hal, yaitu keseimbangan rasa, kesegaran bahan, dan cara penyajian. Jajanan yang digoreng sebaiknya dinikmati ketika masih hangat. Kue berbahan santan lebih enak dikonsumsi pada hari yang sama. Sementara itu, makanan seperti pempek dapat dibawa pulang dengan kemasan yang menjaga suhu dan kebersihannya.

Referensi tentang kekayaan masakan daerah dapat dibaca melalui Wikipedia bahasa Indonesia bagian masakan. Informasi semacam ini membantu melihat hubungan antara jajanan, budaya, dan bahan pangan lokal. Dari bacaan tersebut, terlihat bahwa bahan sederhana dapat menghasilkan makanan yang punya identitas kuat.

Jajanan pasar dengan kue tradisional dan gorengan

Cara menikmati jajanan khas dengan lebih cermat

Saat membeli jajanan, saya memperhatikan lokasi penyimpanan dan perputaran dagangannya. Jajanan yang cepat habis biasanya lebih terjaga kesegarannya. Pilih makanan yang ditutup, terutama jika berada di dekat jalan ramai. Untuk jajanan manis, aroma santan atau kelapa yang terlalu tajam dapat menjadi tanda bahwa makanan sudah terlalu lama disimpan.

Mencoba jajanan khas juga sebaiknya dilakukan tanpa terburu-buru. Tanyakan bahan utama, cara memasak, dan waktu terbaik menikmatinya. Percakapan singkat dengan penjual sering membuka cerita yang tidak tertulis di papan nama. Dari sana, saya memahami bahwa satu resep bisa berubah sedikit di setiap rumah, tetapi tetap mempertahankan identitas daerahnya.

Jajanan juga lebih nikmat ketika dimakan sesuai pasangannya. Lemang terasa makin gurih bersama tapai, kue tat cocok ditemani kopi pahit, sementara gorengan biasanya pas dengan teh hangat. Sebntar saja berbincang dengan penjual, kita bisa mendapat rekomendasi yang tidak selalu diketahui wisatawan.

Di Kota Curup, jajanan khas terasa seperti bagian dari rutinitas yang menghubungkan pasar, rumah, dan meja makan. Menikmatinya berarti menghargai bahan lokal serta tangan yang mengolahnya. Dari sepotong lemang atau kue tat, perjalanan mengenal kuliner Indonesia dapat dimulai dengan cara sederhana dan bangeet dekat dengan keseharian.

Tag: #jajanan khas #kuliner tradisional #Kota Curup